Fenomena Sistem Kuliah Cepat dan Bekerja

Bagi semua orang mewujdkan impian cita-cita sewaktu masih anak-anak adalah suatu kebanggaan yang tidak ternilai dan impian yang sangat indah. Pada waktu duduk di Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar banyak yang menanyakan ” Bila sudah besar ingin menjadi apa?” .

Kemudian ketika sudah beranjak remaja  dan Duduk di Sekolah  Menengah Umum ataupun di Sekolah Menengah Kejuruan, banyak teman-teman, saudara dan orang tua menanyakan kembali rencana masa depan kita  “Rencana ingin kuliah dimana?”.

Tapi hal tersebut tidak mudah direalisasikan  karena untuk biaya kuliah sekarang ini sangatlah mahal, selain itu beban biaya hidup, sekolah adik-adik dan biaya kesehatan akan menjadi masalah sehari-hari dalam hal mengatur keuangan yang sangat terbatas.

Dengan demikian untuk mendapatkan biaya kuliah maka harus Kuliah dan Bekerja karena dengan bekerja selama beberapa tahun maka cita-cita sewaktu kecil dapat bisa dibayangkan dan didapatkan dengan menabung dari hasil jerih payah setelah beberapa tahun bekerja.

Ketika hasil tabungan selama beberapa tahun cukup maka duduk di Bangku Kuliah adalah Impian yang tak ternilai. Karena dibangku inilah masa depan  diharapkan akan lebih baik. Dengan sistem kuliah singkat karyawan atau kuliah cepat diharapkan dapat menyelesaikan seluruh kurikulum yang ada di bangu kuliah.

Kuliah di Perguruan Tinggi sangatlah bermanfaat untuk masa depan tetapi Kuliah dan Bekerja  juga tidak mudah untuk dijalankan bersama-sama karena ketika bekerja sewaktu harus menghadapi ujian atau tugas yang memerlukan ijin dari tempat bekerja dalam waktu 5-30 hari, maka tidak mungkin ijin seperti ini diberikan.

Oleh sebab itu untuk sekarang ini banyak Perguruan Tinggi yang menawarkan Kuliah Malam, Kuliah Sabtu- Minggu, Kuliah Singkat Karyawan dan Kuliah Cepat, dimana semua ini adalah menawarkan bagi karyawan yang ingin bekerja sambil berkarir tetapi tidak sempat untuk hadir di kelas.

Karyawan seperti ini umumnya adalah yang bekerja di perusahaan yang mempunyai tiga shift sampai 24 jam, Satpam, petugas medis seperti Perawat,Asisten Apoteker,Bidan, Call Centre ataupun Pegawai Negeri Sipil. Semuanya digunakan untuk peningkatan karir atau jabatan.

Dengan harapan  peningkatan karir atau jabatan dari kuliah tersebut maka peningkatan taraf  hidup manusia akan bertambah.

Namun berkaitan dengan kualitas pendidikan di Indonesia, akan muncul fenomena “Perlukah sistem kuliah singkat  karyawan  di hapuskan atau ditiadakan ? “. Hal ini sulit dijawab karena banyaknya kepentingan dari karyawan swasta, Pegawai Negari Sipil, anggota legislatif dan yudikatif dan masih banyak semua orang yang membutuhkan demi untuk sebuah karir,pamor,ceremoniall atau jabatan.

Fenomena ini belum bisa dijawab dengan tegas oleh semua insan yang ada di Negara tercinta ini .